blog for Ulim Orphan

just want to inform you about my blog on orphan kids in Ulim.
we manage an orphanage, named Bustanul Aitam. I will use the blog to inform you about activities in the orphanage. Hopefully by that way I can raise more fund for them.

If you want to donate for the orphanage, you can transfer the fund to:
Bank: Bank BNI
Branch: Sigli,
Account number: 61093541
on behafl of: Ilyas IB/ Yayasan Bustanul Aitam
Swift Code: BNINIDJA

if you come to Aceh, you can visit the orphanage at:
Yayasan Bustanul Aitam,
Jl Meunasah Krueng Keude Ulim
Jl Banda Aceh Medan KM 163, Aceh
Phone: +62-(0)644-545057
Mobile: +62-(0)8566162033

more info, contact me at my email or yahoo messenger.

Three Posting

today, i make three posting on govt. guess what, it is full of hates. yes, for sure i hate govt. for the govt always obstruct my work and pretend to do something good for the people.

see my three post:

Government is Shit: A Restatement!

Two Parasites

Government Stupid Morning Joke

ye...ye...ye, i only know how to spread hates and insult the govt.

Kunjungan ke Panti Asuhan

Orphan1
Orphan2
Yatim2


Di Panti Asuhan Bustanul Aitam (Ulim, Pidie, sktr 164 Km dari Banda Aceh) kami menampung anak2 korban konflik, miskin, dan tsunami. Sebagian besar anak tersebut korban konflik; apakah orang tuanya meninggal karena peluru nyasar, dibunuh oleh TNI/Polri, maupun oleh GAM. Ada juga orang2 yang apa pun kondisi Aceh memang miskin. Paska tsunami, ada 5 anak tambahan. Secara keseluruhan ada sekitar 60 anak. Beberapa bukan penghuni tetap, melainkan titipan keluarga yang setiap saat bisa mengajak kembali anak yatim itu kerumahnya.

Yang ditampung sementara memang hanya sebagian dari anak yatim di kecamatan Ulim. Kapasitas kamar sudah penuh (lihat gambar: Kamar penuh sesak). Dan hanya anak pria, maklum pengurus terbatas dan semua pria. Ada pun umur anak-anaknya berkisar antara 10~18 tahun.

Selain panti asuhan, juga ada taman kanak-kanak ala kadar yang dikelola oleh 3 orang guru honorer yang bersedia dibayar ala kadar juga.

Secara makanan cukup terjamin, karena ada stok 6~7 ton beras sumbangan dari penduduk setempat. Beras itu sebagai cadangan untuk bertahan 8 bulan dengan makan nasi aja. Secara gizi memang masih kurang, karena tidak ada dana operasi yang memadai. Untuk pakaian, untung2-an ada yang nyumbang sarung, pakaian sekolah, dan pakaian lebaran. Biaya sekolah diusahakan dari penduduk sekitar plus negosiasi untuk dapat diskon dari sekolahnya. Perbaikan tempat tinggal tambal sulam, kalau ada atap bocor atau papan yang lapuk. Mudah2-an sekolah dasar sangat tua (dibangun 1968) yg dikonversi jadi panti asuhan ini tidak segera roboh :-(( .

Pemerintah ada juga kasih sumbangan, untuk 35 anak sebesar Rp 2250/hari/anak. Konyol kan, ada 60 anak yg dibantu cuma 35 dan besarnya tidak cukup untuk satu kali makan. Emang anak yatim cukup makan sekali sehari?

Rencana mau cari dana untuk bangun permanen. Tapi kemana? Coba minta sama teman2. Dulu banyak yang takut nyumbang dengan alasan takut diselewengkan buat mendukung GAM. Paska tsunami, tetap susah dapat sumbangan meskipun banyak donor lokal dan asing. Alasannya: bukan korban tsunami.

Gila, masa anak korban konflik harus kena tsunami dulu baru bisa dapat bantuan. Tega benar! Dimana2, anak yatim ya sama aja, tetap yatim, baik karena konflik atau tsunami atau alamiah.

Mudah2-an nantinya ada beberapa anak yg sukses dan mengingat masa2 mereka di Bustanul Aitam dan bisa bantu saudaranya yang kurang beruntung.

Jadi teringat novel “The Insulted and Humiliated” dari Dostoevsky dengan sedikit pelesetan: Don't go to anyone, be alone and poor, and work, and if you can't get work, let me beg alms for you kids.


Akhirnya, buat yg mau berbagi rezeki & nyumbang, dapat di transfer via:
Bank BNI Cabang Sigli,
Nomor Rekening: 61093541
Rekening atas Nama: Ilyas IB/ Yayasan Bustanul Aitam
Swift Code: BNINIDJA

Kalau ada yang kebetulan ke Aceh & mau singgah, silahkan ke:
Yayasan Bustanul Aitam,
Jl Meunasah Krueng Keude Ulim
Jl Banda Aceh Medan KM 163, Aceh
Telpon: +62-(0)644-545057
Mobile: +62-(0)8566162033

Info lebih lanjut, silahkan hubungi ku via email or Yahoo Messanger rpidie.

Masih kesal ama pemerintah

Setelah baca blog ku mengenai pemerintah (Siapa perlu pemerintah), seorang teman ngirim sms berikut:

Teman: “…Anyway, government is shit? Lha trus, emang perlu TA kan? Ato akan sia2x?”
(note: TA = technical assistance)

Well, menurut ku TA hanya efektif bila pemerintah punya niat baik (good intention), masalahnya dimana2 pemerintah cuma punya niat buruk (bad intention): korupsi. Pemerintah itu bermasalah bukan karena bodoh, sehingga perlu TA. Tapi pemerintah itu bermasalah karena tidak mau tahu dan tidak perduli dengan rakyat.

Teman: “Hehe .. begitu ya? Masa kamu ngga punya positive thinking sama sekali pada mereka (=pemerintah)?”

Kata positive tersebut mengingatkan ku pada pelajaran dasar ekonomi yang membedakan normative economic vs positive economics. Normative economic menekankan ‘what ought to be’ yaitu pemerintah seharusnya baik, artinya melayani masyarakat. Tapi positive economic menekankan pada fakta apa adanya (what is), yaitu pemerintah korupsi.

Jelas lah ku berpikir positif tentang pemerintah, yaitu melihat kenyataan apa adanya. Tidak bermimpi bahwa pemerintah akan menyelesaikan masalah yang ku hadapi sebagaimana umumnya pemikiran orang2 awam. Tapi ku sudah menerima kenyataan bahwa pemerintah tidak bermanfaat bagi ku dan hanya menimbulkan beban.

Celakanya teman ku salah menyimpulkan dengan menyatakan:

Teman: “O..jadi menurutmu, positive economic akan terjadi justru kalo govt is shit. Right?”

Well, ku rasa itu kebalik-balik mikirnya. Yang ku maksud, kalau anda berhenti bermimpi bahwa pemerintah akan berbuat baik bagi masyarakat, hidup kita bisa lebih baik karena kita akan bekerja lebih keras dan kita tidak akan mudah dibodohi oleh oportunis2 pemalas yang terus-menerus menyebarkan kebohongan bahwa kita perlu pemerintah untuk dapat hidup lebih baik!

Note: ku masih kesal karena pada tgl 15 Nov habis 3 jam untuk fasilitasi rapat koordinasi Pemda yg penuh formalitas tapi minim isi. Mana untuk ke tempat rapat jauh, perlu 4 jam untuk pergi-pulang naik mobil. Lebih kesal lagi ketika hari ini (24 Nov) terpaksa buang2 waktu dengarin omongan ngalor-ngidul tentang “ide2 hebat” Pemda yang cari muka di depan bule. Sialan, mengapa ku harus berhadapan dengan masalah yg sama kemana pun ku pergi: parasit bernama pemerintah. And I have a job to do!

Takeru Kobayashi

Hore!!!!!!! Takeru Kobayashi menang lagi. Dia berhasil makan sebanyak 69 burger dalam waktu 8 menit di kompetisi makan internasional “Krystal Square Off World Hamburger Eating Championship”. Koby bener2 juara bertahan. Maklum, dia juga sudah 5 tahun berturut2 (2001-2005) memegang gelar juara dunia Nathan's Hot Dog Eating Contest.

Ini orang emang gila makannya. Favorit ku lah. Sayang ku tak pernah berhasil makan menggila seperti dia. Pernah coba latihan makan cepat dan banyak. Hasilnya: rahang dan perut sakit, badan susah bergerak. Yang jelas, perut makin gendut dan berat badan naik dari 78 Kg ke 82 Kg. Tiap medical check up dokter memperingatkan masalah kolesterol. Rese tuh dokter!

Tapi ternyata Koby juga naik berat badannya, dari sekitar 50-an Kg di tahun 2003 menjadi 77Kg sekarang ini.

Well yg jelas cita2 lama untuk naik ke kelas berat 85 Kg sepertinya susah tercapai nih. Maklum, makanan di Aceh meskipun spicy dan banyak kari, tetap tidak ada variasi lain seperti makanan Thai, Jepang, Vietnam, dan India. Bagaimana pun variasi makanan ku perlukan sebagai booster menaikkan berat badan. Jadi teringat masa2 sukses menaikkan berat badan dari 56 ke 63 setelah kerja (1997-1998), selanjutnya malaju kencang dari 63 Kg ke 74 Kg selama di S’pore (1999-mid 2001), dan terus tambah lagi dari 74 Kg ke top 82 Kg selama di Asia Foundation yg sering ada acara makan kantor di buffet Gran Mahakam (2002-2003).

Ternyata sulit mempertahankan berat badan kalau pikiran dan gaya hidup kurang beres nih, drop deh ke 78 Kg & stabil.

Kadangkala, hidup ini emang menjadi lebih baik ketika fokus pada makanan dengan semboyan: makan is for the sake of makan!

More on Koby see:
- Takeru @ wikipedia
- Takeru @ kizworld

Ini bukan kompetisi main2, ada kompetisi makan internasional dengan federasi-nya segala, lihat: The International Federation of Competitive Eating, Inc.

Field Monitoring

about my job in Aceh, see:
Field Monitoring text , picture 1, and picture 2.

Pindah Blog

Blog-Friendster enak buat saya karena ada editor yg okay, berupa berbagai icon edit font, insert link, dan insert image. Cuma Blog-Friendster lambat, format sering rusak, dan sepertinya kurang informasi how to do-nya.

Maka saya coba2 blog baru; wordpress.com, bloglines.com, dan akhirnya tertarik dengan www.blogger.com.

Ada add in untuk Microsoft Word sehingga mudah ngedit, ada Hello dari Picasa untuk upload/share picture, dan lebih cepat.

Memang ada berita terkait spaming comment-nya, tapi bisa diatasi dgn beberapa cara.

So check out my new blog @ blogspot.
Mudah2-an dengan Blogger jadi lebih mudah dan cepat serta semakin rajin nulis. rz

Resto & Warung Mie Aceh

Kamis, 22 September 2005, saya membawa rombongan para perempuan berbagai umur dan ukuran ke resto Aceh Meutia, di Bendungan Hilir (Benhil, sekitar 100 meter dari Sudirman, sisi kanan, dekat ATM BCA), Jakarta (yep, mereka kelompok yg berpendapat sebutan “wanita” sbg kata yg memarginalkan). Makan lah kita bersama dan saya menjadi informan, baik jalan maupun masakannya.

Melihat mereka makan, sadar lah saya bahwa selera makan mereka di resto Aceh selalu diatas rata2 kapasitas sehari2. Hmmm, the power of hot spice!

Bagi mereka yg pernah berkunjung ke Aceh, masakan Aceh menjadi suatu daya tarik khusus. Dengan variasi masakan, khususnya kari dan turunannya, seperti tidak ada henti kejutan baru setiap mencoba suatu makanan.

Kembali ke Jakarta, kerinduan akan masakan Aceh muncul. Tapi kalau harus pergi ke Aceh sekedar buat makan, hmmmm...high cost economy dan tidak sesuai dengan program penghematan SBY-JK yg sudah terlupakan itu.

Mau makan masakan Aceh dimana di Jakarta?

Pada masa kuliah dulu, ‘92-’96, saya biasa makan di resto Delima, Pasar Kenari, Salemba, Jakarta. Tapi itu resto udah lama hilang, hampir bersamaan dengan hilangnya resto Selera Kita di Jl Juanda, Jakpus (atau ada yg tahu dimana kedua resto itu berada skrg? Plis bagi info ke rpidie@yahoo.com). Kedua resto ini dulu sangat dikenal orang2 Aceh di Jakarta; tempat makannya bos2 Aceh gitu.

Pilihan yg sangat otentik, sebenarnya ada di tengah Pasar Minggu, area yg pernah jadi kampungnya orang Aceh di Jakarta. Banyak warung nasi & mie Aceh di tengah pasar tsb. Coba aja masuk melalui jalan di tengah antara gedung Ramayana/Robinson, ke bagian belakang pasar, nyebrang kali kecil. Naik tangga disisi kanan, pas abis itu tangga mulai terasa suasana kampungnya Aceh: keude kupi, warung nasi/mie Aceh.

Meskipun masakannya enak dan murah, tapi ini bukan tempat makan yg menyenangkan. Gila itu becek, berbagai bau pasar, plus sayup2 aliran air bau dari kali kecil. Sebaiknya bungkus makanan pilihan dan cabut!

Tempat lain, yg sangat top setelah Delima & Selera Kita berlalu, adalah Rumah Makan Seulawah. Sebuah rumah makan sederhana berlokasi di Bendungan Hilir Raya, Jakarta Selatan persis di depan Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo (masih tetangga Resto Aceh Meutia).

Restoran Medan Baru, di Krekot Bunder, juga menyediakan masakan Aceh, selain ada masakan Padang. Mungkin orang menganggap sama saja, toh sama2 kuning/ merah dengan kuah santan. Tapi sebenarnya kedua jenis masakan tsb sangat berbeda. Masakan Padang padat santan, dengan pedes dominan dari cabe. Kari, yg jadi salah satu ciri khas masakan Aceh, padat oleh berbagai bumbu dengan pedas dominan dari bumbu tersebut.

Favorit saya sudah standar: satu porsi kari kambing, satu potong telur ikan, satu potong eungkot muloh asam keueng (asam pedas ikan bandeng, - biasa saya pilih bagian kepala), plus asam udang & acar timun (atau nanas). Silahkan coba juga yg lain: kari bebek, kari ayam, eungkot kaye (ikan kayu or kemamah), kari ikan, udeung masak mirah (udang masak merah), dll.

Untuk sayur ada kuah pliek u, yang terbuat dari berbagai potongan kecil sayuran (seperti kacang panjang, daun/buah melinjo, terong, cabe) dimasak dengan santan dan bungkil kelapa (pliek u). Mirip lodeh, tapi dengan rasa yg lebih tajam.

Makanan yang tidak pernah saya temukan: gule engkot ye (kari ikan hiu). Bila orang Cina terkenal dengan masakan sirip ikan Hiu, maka orang Aceh (meniru orang India) ahli dalam memasak daging ikan Hiu. Saya juga tidak pernah menemukan kari kepala kambing (di Aceh biasanya bagian favorit dari satu belanga besar kari kambing).

Satu menu baru yang populer di Aceh sekarang ini adalah: ayam sampah (beberapa menyebutnya ayam tsunami, nebeng top dari bencana yg baru terjadi). Namanya sesuai tampilannya yang seperti daging dicampur dalam sampah daun2-an: pandan, jeruk nipis, sereh, bawang merah, tumurui (daun kari). Bagi saya, ini versi malas daripada ayam daun pandan yg jadi menu favorit di resto Thai!

Saran saya: makan lah yg banyak. Karena kita semua perlu kolesterol sebanyak mungkin. Apa pun jenisnya!

Untuk mie Aceh, dulu paling top ya Bangladesh, tepat di simpang sebelum belokan Gereja di Pasar Minggu (kalau anda datang dari arah Depok). Konon ini Bangladesh ada hubungannya dengan Keude Kupi Bangladesh yg top di Banda Aceh itu.

Belakangan muncul Pidie 2000, di jalan Margonda Raya (fren, I don’t have share in that place, we just come from the same side of the country. And yes, I love my nickname Pidie, I even once claim several webmail with that name, pidie@lycos.com, pidie@rocketmail.com, etc). Pidie 2000 ini cukup dikenal oleh kalangan mahasiswa sekitar Margonda.

Di Blok M silahkan cari kelompoknya bang Jaly2 (juga tidak ada hubungannya dengan saya), ada di basement Blok M Mall, or terminal Blok M, Kebayoran Baru, Jaksel. Singgah juga di Mie aceh yg ada di depan Asrama Aceh FOBA, Jl. Setiabudi Barat, masuk enakan dari Jln. Sudirman.

Sepertinya mie Aceh udah cukup menyebar rata di Jakarta, maklum saya juga melihat di beberapa tempat lain, seperti Ciputat (kampung ke2 bagi warga Aceh di Jakarta), Kebayoran Lama, dan keluar tol menuju Taman Mini.

Waktu jalan ke Bogor pun saya sempat singgah di sebuah warung nasi/mie Aceh, yg jadi favorit teman saya. Tapi saya lupa letaknya dimana.

Bila anda makan mie Aceh, minta lah dikurangi pedasnya. Maklum, si juru masak punya kepercayaan bahwa semakin pedas mie-nya, semakin enak rasanya!

Siapa perlu pemerintah?

Government is shit, the whole shit, and nothing but the shit!

Maklum lah, kesal dengan seorang kepala desa yg motong upah para pekerja program padat karya (cash for work program) untuk korban tsunami dan perilaku orang2 Pemda yg suka menyalahkan LSM internasional sementara mereka santai2 aja dan bahkan minta honor mulu.

Bagi saya, pemerintah punya tiga peran penting:
1. membuat batas negara.
2. mengenakan pajak terhadap warganya.
3. melemparkan saudara laki2 saya ke dalam perang.

Jadi tanpa pemerintah dan peran pentingnya itu, kita sebenarnya bisa hidup lebih baik. Masalahnya banyak orang2 bodoh yag percaya bahwa pemerintah punya peran yang bermanfaat dalam masyarakat, seperti memberikan subsidi. Hmmmmm, aneh benar!

Yang perlu pemerintah hanya lah: orang2 malas, nasionalis yg kalah di pasar internasional, dan koruptor.

Terkait dengan sistem ekonomi, saya percaya bahwa:
- seburuk2-nya distribusi sumber daya ekonomi dengan mekanisme pasar, pasti lebih baik daripada distribusi via tangan birokrasi pemerintah.
- sebaik2-nya pemerintah dalam mengalokasikan sumber daya ekonomi, pasti lebih buruk daripada pasar.

So, get the price right and let the market work! (see: www.hayekcenter.org dan www.mises.org

Government, just eat shit!

HOAX

Saya paling muak ama orang yg suka ngirim hoax, apakah mengenai virus, free gift, atau hal2 aneh lain. tapi diantara hoax tersebut, ada juga yg sangat menarik dari segi kreatifitas dan fantasi.

Dua favorit saya: www.manbeef.com dan www.bonsaikitten.com.
Sayang manbeef.com sekarang sudah jadi situs porno, jadi nggak bisa baca lagi produk2 daging manusia yg dulu "dijual" disitus tsb.

Sebelum marah2 setelah baca situs www.bonsaikitten.com, sebaiknya baca dulu klarifikasi hoax2 tsb (termasuk Manbeef.com) dari snopes (perpustakaan hoax terbaik):

Manbeef:
http://www.snopes.com/inboxer/hoaxes/manbeef.htm

Bonsaikitten:
http://www.snopes.com/critters/crusader/bonsai.asp

Buat yg hobi forward spam/hoax/dan sejenisnya, cara termudah untuk verifikasi benar/tidaknya info email adalah dgn memanfaatkan google. Search aja kata kunci yg ada dalam email, say 'bonsai kitten' ato virus 'life is beautiful'. Pasti banyak info bermanfaat yg muncul, termasuk info bahwa itu email adalah hoax.

Praktisnya, untuk check info virus, ya lihat situs perusahaan pembuat anti virus, seperti: www.sophos.com , www.symantec.com , www.mcafee.com , www.F-Secure.com .

Untuk hoax info produk, cerita mengerikan, dan sejenisnya, periksa di perpustakaan hoax:
www.snopes.com (my fave), www.hoaxkill.com , hoaxbusters.ciac.org , www.breakthechain.org ,
www.truthorfiction.com .

btw, udah ada info terbaru kah megenai kontroversi Natasha "Sha" Anya???
Hoax atau nyata kah???

My Photo
Powered by Friendster Blogs

July 2006

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31